Laman

Senin, 27 Januari 2014

Sorry, We're Closed


Gadis Kontrakan 1

Okta
Namanya Okta, sebut saja begitu. Ia adalah salah satu mahasiswi di universitas ternama di Jawa Barat. Wajahnya tidak cantik, tapi memiliki aura eksotis. Badannya tidak tinggi, tapi sintal berisi, membuat siapapun yang melihatnya merasa gemas. Gemas ingin menjamah tubuh montok itu. Dengan payudara berukuran 36B, Okta merupakan sosok gadis menggairahkan yang membuat siapapun ingin merasakan tubuhnya.

Siang itu, Okta sendirian di kontrakannya. Ia menyewa sebuah rumah kontrakan besar bersama ketiga temannya : Eva, Arina, dan Hani. Kedua temannya itu masih kuliah, satu sudah bekerja. Ia sendiri tidak ada kuliah hari itu. Dengan hanya menggunakan bra dan celana hotpants, Okta terlihat asik melihat layar laptopnya.

Teach Me One-san



One-san adalah tetanggaku, kami juga teman sedari kecil. Sejak dulu ia selalu suka menggodaku, baik dengan kata-kata mesum ataupun memakai body tubuhnya yang sintal menggoda. Dan hari ini, kembali ia melakukannya. Namun kali ini aku berniat untuk melawan balik!!

Minggu, 26 Januari 2014

Kisah Petualangan Evan 8

Bagian 8 : Kenalan Baru

Hari sudah menjelang sore ketika Evan selesai mengantar Tya Ariestya ke tempat syuting. Sebelum berangkat, mereka sempat bercinta sejenak. Dua hari tidak ketemu membuat Tya kangen kepada Evan. Begitu juga dengan Evan. Meski lelah akibat permainan bertiga di villa milik Hannah Al-Rashid, ia berusaha melayani Tya dengan sepenuh hati. Bagaimanapun Tya lah yang telah membantu dan meringankan beban hidupnya, juga yang telah mengajarinya menjadi laki-laki dewasa. Karena Tya pula lah, Evan bisa mencicipi tubuh artis-artis lain, mulai dari Aura Kasih, Tyas Mirasih, Marissa, hingga yang tua tapi tetap cantik macam Nadya Hutagalung.

Sabtu, 25 Januari 2014

Rumah Kontrakan 10



Sibuk dengan Siska membuatku sedikit melupan Ece Geulis, padahal Ece juga tak kalah mempesona dan menggairahkan. Hari ini aku berniat untuk main ke rumah Ece, kebetulan suaminya sedang dinas malam. Sepulang kerja, aku segera menuju kesana. Kepada Siska aku beralasan kalau mau membetulkan tivi Ece yang lagi rusak, dan kebetulan juga Siska sibuk merawat suaminya yang lagi sakit. Sudah 2 hari ini Anton kena flu. Karena itulah aku aman saat melangkahkan kaki ke rumah Ece.

Kuketuk pintu rumah Ece, Ece segera membukakannya dengan muka sedikit terkejut. “Mas Ardi, ada perlu apa?” tanyanya bingung.

“Hanya pengen ngoborol sama Ece, nggak enak di rumah sendirian.” jawabku beralasan.