Sabtu, 30 Agustus 2014

Tutur Tinular 4



Hak cipta © Buanergis Muryono & S.Tidjab

Di tempat tinggal Mpu Hanggareksa, kedua putranya sedang duduk di barak-barak. Tampak Arya Dwipangga tersenyum-senyum sambil menyimak goresan-goresan syairnya yang tertera di lontar. Arya Kamandanu sedikit pun tak memperhatikan keasyikan kakaknya. Baru setelah Dwipangga merasa puas dengan apa yang diamatinya, ia mencolek lengan Kamandanu, "Tolong kau simak dan dengarkan syairku ini, Adi Kamandanu. Aku ingin membacanya."

Kamandanu menoleh sebentar, memperhatikan Arya Dwipangga yang menghela napas dalam-dalam. Wajahnya kelihatan semakin serius. Bibir Dwipangga meliuk-liuk dan bergetar halus saat memulai membaca:

Rabu, 27 Agustus 2014

Kisah Petualangan Evan 10



Bagian 10 : Kejutan Dari Tetangga

Evan baru bangun saat hari sudah menjelang sore. Kecapekan bermain dengan Tya dan Happy Salma membuatnya tidur nyenyak seharian. Happy sudah pulang siang tadi, sedangkan Tya pergi syuting ke daerah Bogor. Tinggal Evan sendirian yang leyeh-leyeh di kamar tidur Tya yang cukup besar. Kamar itu sekarang bau sperma dan keringat, hasil dari perbuatan mereka kemarin malam.

Sebenarnya dia sudah akan tidur lagi, tapi teringat akan kedatangan sahabat Tya tadi pagi, Evan segera bangkit dan membawa sprei serta selimut yang bernoda cairan itu ke ruangan belakang. Tadi pagi sebelum pergi, Tya berpesan kalau Franda, sahabatnya sesama presenter acara bola, akan mampir untuk menginap barang semalam. Evan tidak menjumpainya, meski dia tahu kalau Franda sudah datang, karena dia lebih sibuk memuaskan Happy Salma yang nafsunya ternyata ugal-ugalan. Entah sudah berapa kali sperma Evan muncrat di dalam tubuh wanita cantik itu, yang jelas banyak sekali. Bahkan sampai sperma Evan jadi sangat encer dan kering sekarang.

Selasa, 26 Agustus 2014

Terjebak Nostalgia 4



2 tahun yang lalu...

Beberapa bulan sudah aku dan Liz menjalin hubungan, dan seperti orang-orang yang menikmati ‘kebebasan’ hidup jauh dari orang tua, beginilah kami, tinggal seatap dan menjalin cinta layaknya suami istri.

"Kayak mimpi, ya....” bisik Liz, sambil menggelendot di dadaku.

“Iya, aku nggak nyangka bakal sejauh ini sama kamu...”

Liz terkikik pelan, aku mengecup bibirku lembut.

“Jay…”

“Apa?”

“Gimana kalau semua ini cuma mimpi, dan waktu kamu bangun aku sudah nggak ada di sampingmu?”

Senin, 25 Agustus 2014

Kantor Edan



Setelah terjadi skandal yang menggemparkan, dan masuk koran pula, salah seorang petinggi PT. Ka Ling Kho Lang bunuh diri, perusahaan itu diomongin banyak orang. Jadi, pas hari ini janda mendiang petinggi itu mendatangiku, aku sempat ragu juga.

"Hah? Saya diminta memimpin perusahaan PT. Ka Ling Kho Lang? Itu tuh perusahaan Tionghoa?"

"Ya jelas Jawa-lah, Mas," kata si janda. Terus saja dia merayu-rayu. Cantik juga tuh janda muda. Umurnya, aku taksir paling 35-an gitu deh. Tapi... tampilannya kayak artis banget. Ramping kayak peragawati. Orang pasti ngg
ak nyana kalo dia udah punya anak dua.

Dari semula menolak keras, akhirnya aku pun luluh.
"Bu, saya belum pasti terima ya. Tapi cobalah, saya tanya dulu: kenapa saya diminta ke sana?"